;

Kamis, 07 Juli 2011

Maklumat PP Muhammadiyah Tentang Hasil Hisab 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1432 Hijriyah

PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH
MAKLUMAT PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH
Nomor: 375/MLM/I.0/E/2011
Tentang:
PENETAPAN HASIL HISAB
RAMADHAN, SYAWWAL, DAN DZULHIJJAH 1432 HIJRTVAH
SERTA HIMBAUAN MENYAMBUT RAMADHAN 1432 HIJRIYAH
Assalamu 'alaikum wr., wb.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan ini mengumumkan hasil hisab Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah 1432 Hijriyah sesuai hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai berikut:
A. RAMADHAN 1432 H
1. Ijtimak menjelang Ramadhan 1432 H terjadi pada hari Ahad Kliwon 31 Juli 2011 M pukul 01:41:00 WIB.
2. Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (<|> = -07° 48' dan X = 110° 21' BT) adalah +06° 49' 10" (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk.
B. SYAWWAL 1432 H
1. Ijtimak menjelang Syawwal 1432 H terjadi pada hari Senin Wage 29 Agustus 2011 M pukul 10:05:16 WIB.
2. Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta ( = -07° 48' dan X = 110° 21'
BT) adalah +06° 28' 53" {hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat
Matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk.

Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan bahwa:
1. Tanggal 1 Ramadhan 1432 H jatuh pada hari Senin Legi 1 Agustus 2011 M.
2. Tanggal 1 Syawwal 1432 H jatuh pada hari Selasa Kliwon 30 Agustus 2011M.
3. Tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada hari Jumat Wage 28 Oktober 2011 M.
4. Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1432 H) jatuh pada hari Sabtu Pahing 5 November 2011 M.
5. 'Idul Adha (10 Dzulhijjah 1432 H) jatuh pada hari Ahad Pon 6 November 2011 M.


Berkenaan dengan datangnya bulan Ramadhan 1432 H tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan himbauan sebagai berikut:
1. Mengajak kaum muslimin, khususnya warga Muhammadiyah untuk menyambut kehadirah bulan Ramadhan dengan semangat baru guna menjalankan ibadah puasa (shaum) Ramadhan dan rangkaian ibadah lainnya dengan sebaik-baiknya sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Menjadikan Ramadhan sebagai wahana penjemihan nurani, pencerdasan pikiran, dan perbaikan akhlaq, yang memberikan makna dan fungsi bagi pencerahan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal tersebut diperlukan ketika bangsa ini tengah dilanda krisis akhlaq dan spiritual serta makin melemahnya akal sehat dalam tatanari kehidupan, yang menyebabkan kian melemahnya sendi-sendi kehidupan bersama yang menyelamatkan kehidupan.
2. Mengajak warga Muhammadiyah untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan ibadah dan aktivitas organisasi secara intensif dan sinergis sesuai ketentuan yang telah digariskan oleh agama dan Persyarikatan. Kegiatan yang dapat dilakukan antara Iain menggairahkan shalat berjama'ah dan melakukan pembinaan umat melalui masjid dan majlis ta'Iim, ibadah shalat lail/tarawih, i'tikaf, tadarus al qur'an, bersilaturrahim dengan kerabat dan tetangga dekat maupun jauh serta sesama komponen bangsa lainnya, menjaga ukhuwah dan persaudaran sesama umat Islam, menolong sesama, membantu kaum dhu'afa dan mustadh'afin, berinfaq, beramal jariyah, bershadaqah dan menunaikan zakat, peringatan hari besar Islam seperti peringatan nuzulul qur'an, menyelenggarakan pengajian Ramadhan serta kegiatan-kegiatan lainnya yang membawa kepada keselamatan, kebahagiaan, dan kemaslahatan hidup diri sendiri, keluarga, masyarakat dan dunia kemanusiaan dalam bingkai rahmatan UTalamin.
3. Mengajak warga Muhammadiyah untuk menggairahkan dan mendorong anak-anak, remaja, dan angkatan muda Muhammadiyah agar meningkatkan ibadah puasa Ramadhan dan ibadah-ibadah makhdhah lainnya. Kegiatan lainnya ialah memakmurkan masjid dan kegiatan-kegiatan dakwah kemasyarakatan sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang lebih relijius, damai, maju, dan berakhlaq mulia.
4. Menghimbau segenap tokoh masyarakat, politisi, pejabat publik, pengusaha, dan semua elemen di tubuh pemerintahan dan masyarakat untuk mempelopori hidup jujur, amanah, bersahaja, dan menjadi teladan (uswah hasanah) sebagai bentuk penegakari nilai-nilai suci agama dan nilai-nilai utama kebangsaan demi kemajuan bangsa. Selain itu juga melakukan gerakan bersama antikorupsi dan berbagai anti penyimpangan serta anti eksploitasi dalam berbagai bidang kehidupan yang selama ini telah menyebabkan krisis dan rusaknya tatanan kehidupan nasional. Menjadikan Ramadhan sebagai proses meningkatkan sikap hidup yang berkarakter dan bermartabat utama.

5. Menghimbau seluruh komponen bangsa untuk membangun kehidupan yang penuh kesejukan dan kedamaian. Dalam menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi, hendaknya menempuh cara-cara yang ma*ruf dan menjauhi cara-cara kekerasan, teror, dan anarkis, sehingga mengancam keselamatan, ketertiban, dan hajat hidup publik. Setiap tindak kekerasan, selain merugikan kepentingan umum dan melawan hukum, juga bertentangan, dengan ajaran agama yang mengajarkan perdamaian dan keselamatan. Islam melarang umatnya melakukan perbuatan fasad (pengrusakan) di muka bumi. Karena itu. segala bentuk kekerasan dan pengrusakan hams ditindak secara tegas sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu, agar hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
6. Menghimbau semua pihak, lebih-lebih industri hiburan, baik yang hadir melalui media cetak, elektronik, maupun pranata lainnya, agar lebih mengedepankan nilai-nilai moral dan kebaikan, serta tidak menjual komoditi pornografi dan pornoaksi yang merusak akhlaq dan tatanan bangsa demi meraih keuntungan materi. Sikap positif yang demikian diperlukan sebagai bentuk penghormatan terhadap kehadiran bulan suci Ramadhan sekaligus sebagai pertanggungjawaban terhadap masa depan kehidupan di Negara yang penduduknya dikenal relijius sebagaimana selama ini. Membangun hubungan antar sesama secara harmonis dan menjauhkan diri dari benih-benih konflik serta permusuhan.

7. Mengajak segenap warga Muhammadiyah untuk menyiapkan rumah dan lingkungan masing-masing menjadi rumah dan lingkungan masyarakat yang penuh berkah baik selama bulan Ramadhan maupun sesudahnya. Raihlah rezeki yang halal dan baik, serta manfaatkan untuk kemaslahatan diri, keluarga dan masyarakat yang memerlukan. Didiklah putera-puteri serta anggota keluarga dengan nilai-nilai ajaran Islam, ciptakan suasana rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah, serta pancarkan sikap berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaqwaan dengan sesama. Pada bulan penuh berkah itu setiap anggota keluarga hendaknya berusaha untuk selalu berkumpul dan bermuhasabah, betapapun sibuknya. Kebersamaan orang tua dan anak dalam suasana harmonis di bulan Ramadhan bisa dijadikan sebagai media pendidikan untuk belajar lebih baik tentang kejujuran, kebaikan, kerja keras, disiplin, kesabaran, kecerdasan, cinta ilmu, salirig menghormati, dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
8. Mengenai kemungkinan adanya perbedaan penetapan tanggal 1 Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah antara yang ditetapkan oleh Muhammadiyah dengan pihak lain, seperti dengan Ormas Islam lainnya maka kepada segenap warga Muhammadiyah dihimbau untuk:
a. Tetap berpegang teguh kepada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat
Muhammadiyah.
b. Menyelenggarakan shalat 'Idul Fitri dan 'Idul Adha di tempat-tempat yang telah terbiasa
digunakan atau tempat-tempat lain yang dipandang representatif, dengan pemberitahuan
terlebih dahulu kepada instansi pemerintah setempat yang berwenang.
c. Mempersiapkan penyelenggaraan shalat 'Idul Fitri dan 'Idul Adha dengan baik,
mempublikasikan secara luas serta melakukan koordinasi dan kerja sama dengan
kalangan umat yang berhari raya pada hari yang sama, sehingga penyelehggraan shalat 'id
dapat berjalan dengan tertib, lancar dan penuh syi'ar.
d. Dapat memahami, menghargai, dan menghormati adanya perbedaan tersebut serta
menjunjung tinggi keutuhan, kemaslahatan, ukhuwah, dan toleransi sesuai dengan
keyakinan masing-masing, disertai kearifan dan kedewasaan serta nilai ibadah itu sendiri.
9. Menghimbau segenap kaum muslimin untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi (muhasabah) atas segala kesalahan dan dosa dengan jalan memohon ampunan (maghlirah), berkah, dan rahmat Allah SWT disertai dengan kesungguhan bertaqarrub dan beribadah kepada-Nya serta berbuat ihsan kepada sesama manusia melalui berbagai kegiatan ibadah di bulan suci yang penuh kemuliaan ini.
Demikian himbauan ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita, amien ya Rabbal 'Alamin. .
Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Yogyakarta, 25 Rajab 1432 H 27Juni 2011 M


HASIL HISAB MAJELIS TARJIH DAN TAJDID
PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH
UNTUK RAMADAN, SYAWAL DAN ZULHIJAH 1432 H
Berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan PUsat Muhammadiyah, hasil hisab awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1432 H adalah sebagai berikut:
RAMADAN 1432 H
• Ijtimak menjelang Ramadan 1432 H terjadi pada hari Ahad Kliwon 31 Juli 2011 M. pukul 01:41:00 WIB.
• Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (<[> = -07° 48' dan X = 110° 21' BT) adalah +06° 49' 10" (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam hilal sudah di atas uftjk.
• 1 Ramadan 1432 H jatuh pada hari Senin Legi, 1 Agustus 2011 M.
SYAWAL 1432 H
• Ijtimak menjelang Syawal 1432 H terjadi pada hari Senin Wage, 29 Agustus 2011 M pukul 10:05:16 WIB.
• Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta ( = -07° 48' dan x = 110° 21' BT) adalah +01° 49' 57" (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam hilal sudah berada di atas ufuk.
• 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa Kliwon, 30 Agustus 2011 M.
ZULHIJAH 1432 H
• Ijtimak menjelang Zulhijah 1432 H terjadi pada hari Kamis Pon, 27 Oktober 2011 M pukul 02:57:10 WIB.
• Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta ( • 1 Zulhijah 1432 H jatuh pada hari Jumat Wage, 28 Oktober 2011 M.
• Hari Arafah (9 Zulhijah 1432 H) jatuh pada hari Sabtu Pahing, 05 November 2011 M.
• Zdul Adha (10 Zulhijah 1432 H) jatuh pada hari Ahad Pon, 06 November 2011
M.
Yogyakarta, 3 Jumadilakhir 1432 H
7Mei 2011M
MAJELIS TARJIH DAN TAJDID

0 komentar: